Rabu, 12 Desember 2018 | Arbi'an, 3 Rabiul Akhir 1440 H   
Ini Dia Para Juara Tari Kreasi Melayu 2018
Pak Muji Beri Motivasi di Temu Rindu Bulanan
Rayakan HUT RI, ibu guru dan mama-mama pun ikut lomba
Manasik Haji TK An Namiroh dan Dayyinah Kids 2018


Beranda » Kegiatan An-Namiroh » Spirit Kebersamaan, Keterbukaan dan Kemajuan Lahirkan Aturan Bersama



Kamis, 11 Januari 2018 - 22:50:34 WIB
Spirit Kebersamaan, Keterbukaan dan Kemajuan Lahirkan Aturan Bersama
Diposting oleh : admin
Kategori: Kegiatan An-Namiroh - Dibaca: 370 kali

Selalu ada yang baru. Itulah An Namiroh. Namun itu tidak lahir instan. Selalu ada proses yang dilalui. Workshop adalah kawah candradimuka-nya. Dan dihelat setiap akhir tahun, di masa vakansi sekolah.

Di setiap akhir tahun sekaligus akhir semester, workshop alias pelatihan selalu menjadi agenda rutin Yayasan Pendidikan An Namiroh Pekanbaru. Jelas ada tema sekaligus misi yang ingin dicapai.

Pelatihan di injury time 2017 kali ini, panitia memilih tema yang unik dan menggelitik; Wow!!! An Namiroh Rame-rame bikin ES, ROTi Gede, & SOP Zaman Now. Sama dengan tahun 2016, pelatihan mengambil tempat di Gedung Penerbit Erlangga di Jalan Soekarno-Hatta.

Temanya itu hanya simbolisasi. Maksudnya, ES berarti Etika Standar. Huruf kapital ROT(i) G(ede) itu singkatan dari Rule Of The Game alias aturan main. Dan SOP itu kependekatan dari Standar Operasional Prosedur (Standard Operating Procedure).

Ustazah Salma ST (Kepala SD An Namiroh 3), dan Ustad Syahrizul (Kepala SMP An Namiroh) didaulat menjadi pemandu pelatihan selama tiga hari itu. Sedang Pak Muji Sutrisno selaku ketua yayasan, banyak berperan sebagai narasumber.

Pelatihan internal diikuti 267 orang yang terdiri dari guru TK, SD dan SMP atas nama An Namiroh maupun Dayyinah Kids. Kemudian para pimpinan yayasan, pimpinan sekolah, staf dan karyawan.

Membahas tentang etika standar dan rule of the game, tentu saja ramai. Karena ini menjadi panduan atau pedoman keseharian dalam menjalankan tugas masing-masing, guru dan karyawan.

Tidak sekadar bagaimana bersikap kepada murid. Tapi juga tata krama dan aturan sesama guru-karyawan, guru-karyawan kepada wali murid.

Materi yang dibahas juga tentang banyak hal. Seperti cara berkomunikasi dengan sesama internal, dengan murid sampai dengan orang tua siswa. Mulai dari pinjam meminjam perlengkapan/peralatan sekolah, antarsesama karyawan, sampai urusan bisnis kecil-kecilan individu karyawan.

Namun semua itu dibahas dengan happy dan keterbukaan. Ini tidak lain, satu di antaranya karena semua peserta memiliki hak untuk berbicara.

Hebatnya lagi, begitu usai disepakat maka langsung disahkan oleh ketua yayasan dengan membubuhkan tanda tangan di print out-nya.

Di bagian akhir, disiapkan dua agenda. Pertama pemilihan empat peserta umroh bagi guru dan karyawan.

Kedua berbagi kado murah meriah antarsesama peserta. Selain murah juga tidak dibatasi jenisnya. Setiap kado hanya dibungkus kertas koran.

Semua kado dikumpulkan dengan dua tumpukan; kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. Setiap peserta punya hak memilih satu kado yang dikumpulkan. Sedang yang tidak bawa tidak pula bisa memilih.

Apa saja kadonya? Ada ratusan jumlahnya dengan sangat beragam jenis. Di antaranya roti dalam kemas, sarung, kuali, sikat gigi, jilbab, selendang, tisu dsb lah.***


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

An Namiroh Pekanbaru

Typaste By Zexlion


INDEKS BERITA

/ /

STATISTIK PENGUNJUNG

252878
Pengunjung hari ini:344
Total pengunjung :252878
Hits hari ini : 809
Total Hits : 677242
Pengunjung Online: 2

POLLING

Apa Browser Favorit Anda?

Internet Explorer
Mozilla Firefox
Google Chrome
Opera

Lihat Hasil Poling


MINI CHAT



NAMA
HOMEPAGE
PESAN