Jumat, 19 Juli 2019 | Jumu'ah, 16 Zulkaedah 1440 H   
Shifa dan Afzan Wakili Pekanbaru di O2SN Provinsi Riau
Juara 1 Olimpiade Guru Tingkat Provinsi Riau
Brosur Penerimaan Murid Baru 2019
Juara 1 Lomba Dai Cilik Tingkat Provinsi Riau


Beranda » Info An-Namiroh » Pesan untuk Orang Tua dari Seorang Psikolog Senior dalam Mendidik Anak



Rabu, 07 Desember 2016 - 21:22:29 WIB
Pesan untuk Orang Tua dari Seorang Psikolog Senior dalam Mendidik Anak
Diposting oleh : admin
Kategori: Info An-Namiroh - Dibaca: 852 kali

Media sosial yang lebih populer dengan singkatan Medsos menjadi banyak pilihan orang untuk berinteraksi di dunia maya. Sangat efisien. Kapan dan dimana pun bisa terhubung dengan dunia luar. Sharing informasi bisa dilakukan dengan sangat mudah.

Seperti pesan Ibu Elly Risman, psikolog senior UI dan konsultan parenting nasional, untuk para orang tua. Pesan ini disampaikan lewat aplikasi WhatsApp. Sangat bagus bagi kita para orang tua dalam mendidik anak. Berikut petikannya.

Kalau Anda dititipi anak presiden, kira-kira bagaimana mengasuh dan menjaganya? Beranikah Anda membentaknya sekali saja? Pasti enggak, kan?

Nah, yang sekarang menitip bukan presiden, tapi yg jauh lebih berkuasa dari presiden, yaitu Allah Ta’ala.... Beranikah Anda membentak, memarahi, mencubit, menyentil, bahkan memukul? Jika Anda pernah melakukannya, kira-kira nanti di hari akhir apa yang Anda jawab ketika ditanya Pemiliknya...??

Jiwa anakmu lebih mahal dari susu atau makanan termahal yang ditumpahkannya. Jaga lisanmu, duhai orangtua. Jangan pernah engkau memarahi anakmu hanya gara-gara ia menumpahkan susunya atau karena ia melakukan hal yang menurutmu salah.

Anakmu tidak tahu kalau apa yg ia lakukan adalah kesalahan. Otaknya belum mempunyai konsep itu.

Jaga Jiwa Anakmu....

Lihatlah tatapan mata anakmu yang tidak berdosa itu ketika engkau marah-marah. Ia diam dan mencoba mencerna apa yg engkau katakan. Apakah ia mengerti...? Mungkin iya, tapi cobalah perhatikan apa yg ia lakukan setelah engkau pukul dan engkau marahi?

Anakmu tetap memelukmu, mereka masih ingin engkau belai. Bukankah inilah tanda si anak ‘memaafkanmu’?

Namun, jika engkau terus-menerus mengumbar kata2 kasarmu padanya, otak anakmu akan merekamnya dan akhirnya, cadangan ‘maaf’ di otaknya hilang. Apa yang akan terjadi selanjutnya, duhai orangtua?

Anakmu akan tumbuh menjadi anak yg ‘ganas’ dan ia pun akan membencimu sedikit demi sedikit hingga tidak tahan hidup bersamamu.

Jiwa anak yg terluka itu akan mendendam. Pernahkah engkau saksikan anak-anak yang ‘malas’ merawat orang tuanya ketika tua? Jangan salahkan anak2nya. Cobalah memahami apa yg sudah dilakukan oleh orang tua itu kepada anak2nya ketika mereka masih kecil.

Rasulullah begitu menjaga jiwa anak-anak. Nabi nan mulia ini sangat tahu apa yg akan terjadi ketika jiwa anak sudah rusak.

Duhai orang tua..., anakmu itu bukan kaset yang bisa kau rekam untuk kata-kata kasarmu....

Bersabarlah.... Jagalah kata-katamu agar anak hanya tahu bahwa ayah ibunya adalah contoh yg baik, yg bisa menahan amarahnya...

Efek Jiwa yg Rusak....

Duhai orangtua..., engkau pasti kesal kalau anakmu nakal. Tapi pernahkah engkau berpikir bahwa kenakalannya mungkin adalah efek rusaknya jiwa anakmu karena kesalahanmu. Kau pukul, kau cubit anakmu hanya karena melakukan hal-hal sepele. Kau hina anakmu hanya karena ia tidak mau melakukan hal-hal yg engkau perintahkan....

Cobalah duduk dan merenungi apa saja yg telah engkau lakukan kepada anakmu. Apakah engkau lebih sayang pada susu paling mahal yg tertumpah?

Anakmu pasti menyadari dan tahu ketika kemarahan itu selalu hadir didepan matanya. Jiwanya pun menjadi memerah bagai bara api. Apa yg mungkin terjadi ketika jiwa anak sudah terusik?

Anak tidak hormat pada orangtua. Anak menjadi musuh orangtua. Anak menjadi sumber kekesalan orangtua. Anak tidak bermimpi hidup bersama dengan orangtua. Hal-hal inikah yang engkau inginkan, duhai orang tua?

Ingatlah, jiwa anakmu lebih mahal dari susu termahal yang ditumpahkannya. Jaga lisan dan perlakuanmu kepada anakmu...!!

Keterangan foto: Anak-anak TK An Namiroh sedang mengikuti kegiatan manasik haji.




1 Komentar :

Paket Keranda Mayat>
29 Desember 2016 - 13:30:42 WIB

Murah atau mahal juga ditentukan dari bahan yang digunakan untuk membuat rangka kereta/keranda. Rata-rata menggunakan bahan stainless steel
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

An Namiroh Pekanbaru

Typaste By Zexlion


INDEKS BERITA

/ /

STATISTIK PENGUNJUNG

393391
Pengunjung hari ini:552
Total pengunjung :393391
Hits hari ini : 1067
Total Hits : 1043856
Pengunjung Online: 3

POLLING

Apa Browser Favorit Anda?

Internet Explorer
Mozilla Firefox
Google Chrome
Opera

Lihat Hasil Poling


MINI CHAT



NAMA
HOMEPAGE
PESAN